Syekh Ahmad Thayyib , Perbedaan Syariat Islam Dengan Hukum di Eropa


Santrionline-Sumedang, kutipan Pidato Syekh Azhar di hadapan parlemen Jerman hari Selasa, 15 Maret 2016, dalam rangka kunjungan 5 hari di Jerman, tetang Syariat Islam 

Syariat Islam dibangun dengan pondasi keadilan, persamaan, kebebasan dan pemeliharaan terhadap hak asasi manusia. Rasulullah telah mendeklarasikan persamaan derajat antar umat manusia pada masa di mana pikiran manusia belum memahami arti persamaan derajat dan hak sesama manusia, karena saat itu mereka hanya mengenal kasta-kasta manusia bebas, budak dan penguasa.

Dalam keadaan seperti itu, Rasulullah telah menyampaikan khutbahnya yang terkenal, “Seluruh umat manusia itu setara seperti jari-jari sisir.” Kemudian beberapa tahun setelah ia wafat, Khalifah kedua, Umar bin Khatthab, mengucapkan perkataannya, “Sejak kapan kalian memperbudak manusia, padahal ibu mereka melahirkan mereka dalam keadaan bebas?”
Saya yakin bahwa di tanah Eropa ini terdapat banyak peraturan dan perundang-undangan yang sesuai dengan syariat Islam, baik dari segi esensi ataupun falsafah, terlebih jika telah berbicara mengenai pemeliharaan terhadap kehormatan dan kebebasan umat manusia, penerapan keadilan dan kesetaraan antar umat manusia tanpa memandang perbedaan bangsa ataupun agama.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Syekh Ahmad Thayyib , Perbedaan Syariat Islam Dengan Hukum di Eropa "

Post a Comment