PCI NU Arab Saudi kedatangan Prof. Sumanto Al Qurtuby

Jeddah.Santrionline-Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) Arab Saudi kedatangan Kiai Nurul Huda (Pendiri Ponpes Motivasi Islam Istana Yatim Nurul Mukhsinin) dan Sumanto Al Qurtuby (Profesor Antropologi dan Sosiologi di King Fahd University of Petroleum and Minerals, Arab Saudi), 7 Jumadil Akhir 1437 H/16 Maret 2016 M.
Kehadiran kedua inteletukal muda tersebut dalam rangka silaturrahim dan menjenguk Ketua PCI NU Arab Saudi, Ir. Ahmad Fuad Abdul Wahab yang sempat dirawat di RS Abu Zinadah, Jeddah beberapa waktu silam.
Di kesempatan kali ini, Prof. Sumanto bercerita mengenai mahasiswa Arab Saudi di universitasnya yang berbanding terbalik dari perkiraan orang banyak dan cenderung american minded.
“Mereka menolak disebut wahabi karena konotasinya terlanjur buruk. Dan (mereka) lebih suka disebut salafi. Paham-paham radikal atau terorisme mereka melabelinya salafi ekstrim”, ungkap beliau.
Penulis buku Jihad Melawan Ekstremis Agama dan Membangkitkan Islam Progresif ini melihat adanya kejenuhan pada generasi muda Arab Saudi terhadap hukum yang berlaku di negaranya.
Beliaupun menerangkan bahwa kelompok salafi yang paling eksktrim terletak di Buraidah, ibu kota provinsi Qassim. Lapis keduanya berada di Najed, tempat lahirnya Muhammad bin Abdul Wahab.
“Tidak semua orang Saudi adalah dan suka pada wahabi”, lanjut alumnus Fakultas Syari’ah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Semarang tersebut.
Pertemuan yang turut dihadiri GP. Ansor Arab Saudi inipun berlangsung semakin khidmat dengan berbagai penjelasan yang diperoleh.
“Walaupun berpuluh-puluh tahun mereka sudah berkuasa. Bersimboisis antara wahabisme dan politik. Membaca Saudi hanya dari perspektif Qassim dan Najed itu keliru”.
Menurut Prof. Sumanto, kita juga perlu melihat masyarakat Saudi di Najran (perbatasan Yaman), Jizan, Hijaz, dan wilayah barat lainnya.
“Bahkan ada warga Saudi yang bukan pengikut Islam mainstream. Suku Al Faifa contohnya. Mereka memiliki kultur, tradisi dan bahasa sendiri”.
Kiai Enha, sapaan Kiai Nurul Huda, mengakui keterangan dari Prof. Sumanto ini amatlah penting. “Sebagai ujung tombak —yang terjun langsung ke medan dakwah, informasi ini bagus sekali untuk disampaikan ke masyarakat Indonesia yang melihat Arab Saudi hanya berorientasi pada Makkah dan Madinah”, ujarnya.
#Dalam foto Kiai Nurul Huda (Enha), Prof. Sumanto Al Qurtuby, Ir. KH. Ahmad Fuad Abdul Wahab, Moh. Noor Chanafi (MNC) dan jajaran pengurus Ansor Arab Saudi
Sumber :Pcinuarabsaudi.net

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "PCI NU Arab Saudi kedatangan Prof. Sumanto Al Qurtuby"

Post a Comment