HAUL AGENG KANJENG SULTAN RADEN ABDUL FATAH AL AKBAR SYAIDIN PONOTOGOMO KE 513 TAHUN 1437H/2016M.

Haul Agung Kanjeng Sultan Raden Abdul Fatah Al Akbar Syaidin Ponotogomo ke 513 Tahun 1437H/2016M.

_ _._ _ _._
Acara yang d adakan setahun sekali dan pasti di tunggu dan di banjiri oleh ribuan jamaah dari berbagai lapisan masyarakat dari berbagai daerah untuk mendoakan dan mengenang perjuangan para wali Allah ini berlangsung dengan khitmat...

Tampak hadir Tamu undangan (bpk.Gubernur Jateng yang masi belom Hadir) bpk. Wakil Bupati Demak, bpk. Ketua MUI provinsi Jateng, bpk.kapolres Demak, bpk. Dandim Demak, Takmir masjid Agung Demak, Dewan pemangku makam auliya' seJawa dan staf jajaran pemerintahan Demak..

_ _._ _ _.._
Menggantikan al Allamah maulana Al habib  Muhammad Lutfi bin yahya yang pada kesempatan ini tidak bisa hadir  karena masih ada kepentingan yang tidak bisa di tinggal adalah KH. ahmad chalwani
pengasuh pondok pesantren An-Nawawi Gebang Purworejo Jateng.
Beliau adalah anggota idaroh aliyah jami'iyah ahlut thoriqoh Al mutabaroh An nahdliyah yang juga sebagai pengurus pusat thoriqoh qodiriyah/naqsabandiyyah.

Sekilas sejarah yang di sampaikan oleh beliau romo KH.Ahmad chalwani tentang kanjeng sultan Raden abdul fatah:
Raden abdul fatah lahir di palembang 1455 dan wafat pada 1518 adalah pendiri sekaligus raja demak pertama.
Raden abdul fatah adalah putra Brawijaya 5, raja kerajaan majapahit dengan ibunya adalah putri campa..
Dari rentetan perjalanan berguru menimba ilmu beliau, akhirnya beliau berguru pada Sunan Ampel di surabaya. Setelah selesai beliau pindah ke jawa tengah untuk membuka lahan hutan glagah wangi menjadi pesantren.
Pesantren tersebut semakin hari semakin ramai dan besar sehingga Raja majapahit kala itu merasa khawatir kalau raden fatah akan memberontak..

Karena merasa terkesan akhirnya Brawijaya 5 mengakat raden abdul fatah menjadi Bupati dan Glagah wangi berubah nama menjadi Demak dengan ibu kota Bintoro.

Raden abdul fatah memerintah sejak tahun 1478 sampai 1518 dan pada masa ini lah demak mengalami puncak kejayaan.
Pada tahun 1479 ia menjadikan masjit agung demak sebagai pusat pemerintahan.
Raden abdul fatah wafat pada 1518 dan di gantikan oleh pangeran sabrang lor..

_ _._ _ _._

"Anak bangsa yang di didik oleh oleh para ulama akan menjadi pejuang dan pemersatu bangsa" tegas beliau setelah menceritakan sekilas sejarah tentang kanjeng sultan raden abdul fatah..
Beliau juga menjelaskan bahwa para pejuang islam terdahulu tidak  hanya membawa agama tapi juga dasar negara untuk merdeka.
Kitapun sama-sama tau kalau simbah KH. Hasyim Asyari adalah salah satu tokoh di indonesia.
"Raden ajeng kartini misalnya beliau adalah murid ulama besar nusantara yaitu KH Sholeh darat. Namun tidak aemua orang tau, yang mereka tau hanyalah Habis gelap terbitlah terang" tegas beliau dengan mantap.
Contoh lagi adalah abdul hamit, adalah nama seorang pejuang muda yg namanya di abadikan untuk universitas dan korps.militer indonesia yang lebih kita kenal dengan nama pangeran diponegoro"
Dan bahkan menurut catatan sejarah ada tiga peninggalan dari pangeran diponegoro yaitu Al Quran  itu tanda dia Islam, tasbih itu tanda dia ahli dzikir dan kitab fathul qorib tanda dia bermadhap syafi'i.. Tambah beliau..
Tak hanya itu memang pejuang islam tanah air perlu d banggakan, karena para pejuanglah yg mampu membuwat kita bisa merdeka seperti sekarang.
Bpk.moh hatta, ki hajar dewantara juga lainnya..

Menjelang akhir mauidho hasanah, KH. ahmad Chalwani mengajak para hadirin untuk berfikir, kalau Nabi Muhammad saja setiap setahun sekali mau mendatangi makam uhud untuk mendoakan para syuhada yang gugur dalam peristiwa perang besar yang patut untuk di kenang, lalu kenapa kita tidak??!

Bahkan setelah Nabi Wafat, hal itu berlanjut dan di teruskan oleh sahabat abu bakar yang bahkan semasa hidup Nabi bersabda bahwa "iman abu bakar itu lebih tebal dari pada iman semua manusia di dunia ini..
Lalu apakah masih pantas kita mndebatkan hal ziarah dan mendoakan orang yg sudah mati??

Kemudian setelahnya berlanjut dan di teruskan oleh sahabat umar bin khattab yang bahkan kanjeng nabi bersabda "jika setelahku ada Nabi lagi, Aku rasa Umarlah yang paling cocok untuk menjadi setelahku..

Lalu apakah kita masi meragukan untuk ziarah ke makam dan mendoakan para wali auliya' atau bahkan keluarga kita yang sudah meninggal..??!!!

Allahu A'lam bisshoaf...

(Reporter: Isa Anshori)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "HAUL AGENG KANJENG SULTAN RADEN ABDUL FATAH AL AKBAR SYAIDIN PONOTOGOMO KE 513 TAHUN 1437H/2016M."

Post a Comment