Al-Habib Munzir Almusawa, Hikmah Kisah Sayyidah Hajar As


Santrionline- Suemdang, Sayyidah Hajar a.s merupakan wanita Mulia banyak sekali hikmah yang dapat dipetik dari kehidupan Beliau, apa saja hikmah tersebut? alm.Habibana Munzir bin Fuad AlMunsawa akan mebahasnya untuk kita.. selamat membaca: 
Allah subhanahu wata’ala berfirman:
“Adapun manusia apabila Rabbnya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata: “Rabbku telah memuliakanku”. Adapun bila Rabbnya mengujinya lalu membatasi rezkinya maka dia berkata: “Rabbku menghinakanku”. ( QS. Al Fajr: 15-16 )
Tabiat manusia ketika ia diberi kenikmatan dengan rizki yang banyak oleh Allah maka ia akan memuji Allah, dengan berkata : “Allah Maha Dermawan”, namun ketika Allah memberinya rizki yang sedikit maka ia berkata : “Allah telah menghinakan aku”, demikianlah keadaan manusia.
Maka di hari-hari ini kita memperbanyak doa dan lebih lagi memahami makna keindahan dan kelembutan Allah subhanahu wata’’ala kepada kita. Sebagaimana kita ketahui kelembutan Allah dibalik ketentuan yang secara dhahir sangat menyakitkan yang telah menimpa sayyidah Hajar As wanita yang shalihah, istri nabi Ibrahim As. Ketika Allah memerintahkan nabi Ibrahim As untuk meninggalkan sayyidah Hajar di sebuah padang pasir yang sangat tandus yang tidak ada penghuni dan tidak pula ada tempat untuk berteduh, di tempat itu sayyidah Hajar dan putranya sayyidina Ismail ditinggalkan oleh nabi Ibrahim As dengan meninggalkan bekal beberapa kurma dan air untuk mereka.
Maka sayyidah Hajar berkata : “wahai Ibrahim, kemana kau akan pergi apakah kau akan meninggalkan kami di lembah ini?”, namun nabi Ibrahim tidak menjawab, maka sayyidah Hajar terus mengejarnya dan kembali bertanya namun nabi Ibrahim tetap tidak menjawab, dan yang ketiga kalinya sayyidah Hajar bertanya: “Wahai Ibrahim, apakah Allah yang telah memerintahkan hal ini?”, kemudian nabi Ibrahim menjawab : “ iya betul, Allah Yang telah memerintahkan ku untuk meninggalkan kalian di tempat ini”.
Bagaimana jawaban wanita shalihah itu setelah mendengar perkataan nabi Ibrahim As, jawaban yang sangat agung yang menjadikan ribuan pintu rahmat Allah subhanahu wata’ala terbuka hingga akhir zaman, sayyidah Hajar berkata : “Jika demikian sungguh Allah tidak akan mengecewakan kita”.
Setelah beberapa waktu dan persediaan makanan dan minuman yang telah ditinggalakan nabi Ibrahim untuk mereka mulai habis, sayyidah Hajar mulai merasa bingung karena anaknya nabi Isma’il mulai menangis merasa kehausan dan kelaparan. Maka sayyidah Hajar mulai naik ke bukit Shafa untuk mencari air atau menemukan kafilah yang sedang lewat di tempat itu, kemudian turun dari bukit Shafa dan naik ke bukit Marwa namun tetap tidak menemukan apa yang ia harapkan.
Sayyidah Hajar terus menaiki bukit Shafa dan Marwa, hingga kali yang ketujuh di bukit Marwa ia bertemu dengan malaikat Jibril As, yang kemudian malaikat Jibril menghentakkan kakinya lalu memancarlah air yang kemudian disebut dengan Air Zamzam, maka saat itu sayyidah Hajar berteriak dengan mengucapkan “Zam Zam ( berkumpullah, berkumpullah)”, kemudian beliau membuatkan semacam kolam untuk menampung agar air tersebut tidak tumpah kemana-mana, sehingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda ketika menceritakan kisah ini:
رَحِمَ اللهُ أُمَّ إِسْمَاعِيْلَ
“Allah melimpahkan rahmat kepada ibu Isma’il”
Karena jika sayyidah Hajar membiarkan air itu memancar begitu saja, maka Makkah akan menjadi danau yang digenangi air zam zam. Kemudian sayyidah Hajar meminum air itu yang rasanya sangat nikmat dan berbeda dengan semua air yang ada di dunia, dimana air itu tidak hanya menghilangkan haus tetapi juga menghilangkan lapar, dan kandungan zat yang ada dalam air zam zam belum pernah ditemukan di semua air yang ada di dunia ini.
Setelah sayyidah Hajar minum dan kemudian memberi minum anaknya nabi Ismail As, beliau duduk dan tidak tau apa yang harus dilakukan. Beberapa lama kemudian lewatlah kafilah di tempat itu dan mereka melihat ada burung di sekitar tempat itu, puluhan tahun mereka melewati tempat itu namun tidak pernah mereka mendapati burung disana yang mana yang hal itu menunjukkan bahwa ada air di tempat tersebut, kemudian mereka mulai mencari sumber air tersebut lalu mereka menemukan seorang wanita yang sedang memeluk putranya di sebelah pancaran air itu.
Maka setelah meminta izin kepada sayyidah Hajar mereka dan hewan-hewan mereka minum dari air itu, namun air itu terus memancar tiada hentinya. Kemudian mereka menjadikan tempat itu sebagai tempat bersinggah lalu mereka membangun perkemahan yang akhirnya tempat itu menjadi sebuah perkampungan, demikianlah sejarah kota Makkah, buah dari kesabaran sayyidah Hajar As.
Kota Makkah berasal dari kalimat Bakkah yang memiliki banyak arti yang diantaranya berarti tangisan, yaitu tangisan sayyidah Hajar As yang saat itu berdoa kepada Allah, adapun makna yang kedua adalah kota tangisan karena Makkah adalah tempat paling banyak orang menangis, diantaranya ketika orang mengunjungi Makkah ia akan menangis ketika melihat Ka’’bah.
Demikian perbuatan mulia dari seorang wanita shalihah yang bersabar atas takdir Allah subhanahu wata’ala.
Allahumma Sholli 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa Shobihi wasalim


(MajelisRasulullah/arifan)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Al-Habib Munzir Almusawa, Hikmah Kisah Sayyidah Hajar As "

Post a Comment